Tampilkan postingan dengan label 6 Skill Lawyer yang Harus Diketahui Mahasiswa Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6 Skill Lawyer yang Harus Diketahui Mahasiswa Hukum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

6 Skill Lawyer yang Harus Diketahui Mahasiswa Hukum

Mahasiswa atau alumni fakultas hukum yang memiliki skill atau mempunyai bekal dalam berpraktik hukum lebih dibutuhkan saat ini.
 
6 Skill Lawyer yang Harus Diketahui Mahasiswa Hukum
Advokat M. Idwan Ganie dalam Workshop yang digelar oleh Days of Law Carrier (DOLC), di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Rabu (24/2). Foto: HAG

Profesi lawyer adalah salah satu pilihan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi Ilmu Hukum. Mahasiswa atau alumni fakultas hukum yang memiliki skill atau mempunyai bekal dalam berpraktik hukum lebih dibutuhkan saat ini, dibanding mahasiswa yang hanya mempelajari teori-teori hukum di kampus.
  
Hal itu disampaikan advokat M. Idwan Ganie dalam Workshop yang digelar oleh Days of Law Carrier (DOLC), di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Rabu (24/2). Dia menjelaskan, setidaknya harus ada enam kemampuan yang dimiliki bilaingin berprofesi sebagai lawyer.

Pertama, Problem Solving Skills. Menurut pria yang akrab disapa Kiki Ganie tersebut, pemecahan masalah merupakan proses baik secara mental dan merupakan bagian dari menemukan masalah dan mengetahui jenis masalah. “Penyelesaian masalah atau problem solving adalah perpindahan atau perubahan dari kondisi yang ada atau selayaknya menjadi kondisi yang diinginkan,” ujar Kiki.

Kiki mengatakan, pemecahan masalah terbagi menjadi beberapa bentuk di antaranya logika hukum, penalaran hukum, kemampuan untuk bernegosiasi, berpikir out of the box, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara umum.

Kedua, kemampuan untuk bernegosiasi. Menurut Kiki, kemampuan bernegosiasi termasuk kemampuan untuk berdiskusi serta kemampuan untuk mencapai kepuasan semua pihak. “Kemampuan meyakinkan pihak-pihak untuk dapat melakukan tindakan yang dibutuhkan. Sedangkan kemampuan untuk mempengaruhi merupakan kombinasi dari kemampuan untuk meyakinkan dan kemampuan bernegosiasi,” ujarnya.

Sedangkan yang dibutuhkan untuk memperkaya kemampuan bernegosiasi adalah teknik dan strategi bernegosiasi, kemampuan untuk meyakinkan, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan untuk menyelesaikan sengketa, kemampuan untuk memberikan nasehat, body language (bahasa tubuh), dan legal risk analysis (menganalisis risiko hukum).

Ketiga, Dispute Resolution Skill (kemampuan menyelesaikan sengketa). Menurutnya, kemampuan menyelesaikan sengketa adalah kemamuan untuk menyelesaikan sengketa di antara kedua belah pihak. “Kita harus siap berdiri di salah satu pihak ataupun berada di pisisi netral. Kita harus bisa menjalani posisi keduanya,” jelasnya.

Kiki menambahkan, kemampuan menyelesaikan sengketa setidaknya berupa pengadilan litigasi biasa, mediasi, arbitrasi, penyelesaian sengketa informal, kemampuan untuk meyakinkan, dan kemapuan untuk memberikan nasehat.

Keempat, counseling skills (kemampuan untuk memberikan nasehat). Kemampuan untuk memberikan nasehat adalalah kemampuan untuk memberikan nasehat dan juga bimbingan, termasuk langkah selanjutnya (action plan). “Kemampuan untuk memberikan nasehat berupa tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya, tindakan apa yang tepat yang haris dilakukan, dan juga kemampuan untuk mendengar,” ujar Kiki.

Kelima, Convincing Skills (kemampuan meyakinkan). “Skill ini dibutuhkan untuk membuktikan sesuatu benar atau salah atau seseorang benar atau salah,” jelasnya.

Terakhir, Competence Skill. Kompetensi ini merupakan penggabungan dari komitmen, pengetahuan, dan keterampilan untuk membuat seseorang melakukan tindakan yang efektif dalam situasi professional. “Kompetensi tersebut berupa kemampuan soft skill, pengalaman, legal engineering, dan kemampuan yang ultimate untuk menjadi “a lawyer in demand,” katanya.
 
Sumber  : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt56cd6c05e97ae/6-skill-lawyer-yang-harus-diketahui-mahasiswa-hukum

Kamis, 11 Februari 2016

Prospek Bisnis Properti 2016 di Mata Pengembang


JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2016 ini diyakini sebagai momentum tinggal landas buat bisnis properti. (Baca: 2016, Sektor Properti Bangkit)

Beberapa pengembang menghadapinya dengan optimistis dan sejumlah strategi. Bahkan, ada di antaranya berani melansir proyek-proyek baru.

Tak main-main, proyek baru tersebut berukuran jumbo dengan estimasi invenstasi ratusan miliar hingga triliunan rupiah. (Baca: Sambut Tahun Api, Sinarmas Land Siapkan Proyek Besar)

Sementara pengembang lainnya lebih menerapkan strategi merambah segmen pasar baru menengah ke bawah, dari sebelumnya menggarap pasar menengah atas.

Alasannya, pasar kelas ini tidak terlalu sensitif terhadap isu makro ekonomi. Pasar kelas ini secara fundamental merupakan betul-betul end user atau owner occupier.
www.shutterstock.com Ilustrasi.
Berikut prospek bisnis properti Tahun Monyet Api di mata para pengembang:

Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk, Harun HajadiTahun ini seharusnya lebih baik ketimbang tahun 2015. Pemerintah sudah sejumlah menerbitkan paket kebijakan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan juga properti.

Selain itu, alokasi dana infrastruktur yang ditingkatkan, juga memungkinkan pembangunan fisik untuk konektivitas antar-wilayah dipercepat.

"Masak, pemerintah sudah mengeluarkan segitu banyak paket, gak ada yang mengena," ujar Harun kepada Kompas.com, Kamis (31/12/2015).

Harun menambahkan, bisnis properti akan bangkit dari keterpurukan jika suku bunga tidak naik, likuiditas kredit perumahan rakyat (KPR) teerjamin, dan tidak ada tambahan aturan yang tidak karuan.

"Jangan ada batasan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Itu yang penting. Loan to Value (LTV) yang dinaikkan sudah bagus sekali," ucap Harun.

Baginya, hal tersebut cukup untuk menciptakan kondisi bisnis properti tahun 2016 lebih baik dibanding tahun lalu.

PT Ciputra Surya Tbk akan melakukan proyeksi bisnis pada tanggal 29 Januari mendatang.

 
www.shutterstock.com Ilustrasi.

Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land Ishak ChandraMenurut Ishak, kelangsungan bisnis properti tahun ini meski bakal lebih baik dari tahun 2015, namun akan sangat bergantung pada insentif pemerintah.

"Insentif dari pemerintah akan menjadi pemantik atau trigger bagi pemulihan bisnis properti di Indonesia," tutur Ishak.

Sinarmas Land telah menyiapkan rencana strategis untuk merealisasikan sejumlah proyek raksasa di Jadebotabek, dan beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, Balikpapan, Batam, dan Makassar.

Dalam waktu dekat mereka akan merilis secara resmi proyek apartemen Aerium Residence di Puri Kembangan, Jakarta Barat, dan mixed use development di Jakarta Selatan.
 
www.shutterstock.com Ilustrasi


Direktur PT Ciputra Property Tbk Artadinata DjangkarArtadina Djangkar mengatakan, PT Ciputra Property Tbk akan memulai perhatian pada kelas pasar menengah ke bawah tahun ini dengan merilis produk seharga Rp 16 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi.

Berubahnya fokus garapan perseroan dari segmen pasar kelas atas ke kelas menengah bawah, kata Arta, karena tidak terlalu sensitif terhadap isu makro ekonomi.

"Kelas ini juga secara fundamental merupakan owner occupier," imbuhnya.

Sementara segmen pasar yang lebih atas merupakan pembeli yang tidak merasa "harus" membeli karena mereka sudah memiliki properti.

Jadi, segmen pasar ini paling sensitif terhadap isu makro ekonomi, politik, keebijakan, dan sebagainya.

"Saya rasa, biarpun tahun ini ada perbaikan, masih akan ada isu-isu makro seperti itu. Dan yang paling sensitif adalah kelas atas," pungkas Arta.

sumber  : http://properti.kompas.com/read/2016/01/02/092939421/Prospek.Bisnis.Properti.2016.di.Mata.Pengembang?page=all